Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

MAU MANCING TUNA KELAS DUNIA? KE MALUKU UTARA AJA

42 Views June 6, 2017 0 Comments 0 Likes

KKPNews, Jakarta – Pernah merasakan sensasi memancing ikan Tuna Sirip Kuning? Atau melakukan strike ikan Tuna Gigi Anjing yang beratnya mencapai puluhan kilo? Kalau belum, Anda bisa datang ke turnamen memancing internasional terbesar di Indonesia yang di Kepulauan Widi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Ada Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2017 yang siap menyapa. Soal kemeriahan acara, jangan ditanya lagi. Skala evennya sudah kelas dunia. Pesertanya pun mencapai ratusan. Dari data yang sudah dikumpulkan panitia, sudah ada 300 peserta dari dalam dan luar negeri yang siap ambil bagian di even yang digelar 25 – 29 Oktober 2017.

Sekretaris Menteri Pariwisata, Ukus Kuswara menyambut baik langkah serius yang diperlihatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Upaya ini diyakini bakal mengangkat potensi bahari Maluku Utara ke tingkat yang lebih tinggi. Ekonomi juga akan berdenyut sangat kencang lantaran ditopang wisata dan  industri mancing yang sangat oke.

“Sebagai pemerintah pusat, kami sangat menghargai dan menyambut baik keseriusan Pemprov Maluku Utara, untuk menggerakkan potensi

kemaritiman yang dimiliki. Even ini akan menggairahkan industri mancing nasional berbasis ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat pesisir,” ujjar Ukus saat jumpa pers peluncuran WIFT 2017 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Minggu (4/6) malam.

WIFT 2017 sendiri, lanjut Ukus, selain turnamen Internasional terbesar di Indonesia, juga bagian dari pelaksanaan kebijakan Pemerintah dalam optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan. Goalnya, menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Pemerintah Pusat senantiasa merangsang Pemerintah Daerah untuk menggali potensi daerah agar menjadi kekuatan ekonomi daerahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana WIFT 2017, Rokhrim Dahuri memaparkan, turnamen ini akan mengikuti standar baku internasional yang sudah ditetapkan oleh IGFA (International Game Fish Association) dan TBF (The Billfish Foundation). Oleh karena itu, mereka hanya dapat menangkap beberapa spesies ikan tertentu. “Kami sudah survei dan ikan yang dipersyaratkan, baik dari kelompok

billfish dan non-billfish seperti tuna sampai cakalang, ada sepanjang tahun di sana. Kalau di daerah lain keberadaan ikan-ikan tersebut ada musimnya,” kata Rokhrim.

Sejak WIFT diluncurkan, lanjut Rokhrim, sudah ada 88 tim yang telah mendaftar, termasuk 12 tim asing. Panitia memiliki pekerjaan rumah untuk menyeleksi peserta hingga menyediakan akomodasi karena tidak ada penginapan di Kepulauan Halmahera.

“Selain negara ASEAN, ada Jepang, Australia, Korea Selatan, Spanyol, dan Amerika Serikat. Kami akan mengurangi 88 tim tadi menjadi 75 tim. Saat ini kami sudah memiliki 50 kapal yang akan mengangkut peserta,” ujarnya.

Dengan mengusung tema ‘North Mollucas A World Fisihing Destination’, ajang WIFT 2017 didukung 9 Kementerian terkait yaitu Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa Tertinggal, Kementerian Pariwisata, Kementerian Informasi dan Komunikasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri. Serta memperebutkan Piala Presiden RI.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, yang didampingi Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasjim menjelaskan, WIFT 2017 akan menjadi tempat berkumpulnya para pecinta olahraga mancing tingkat Internasional. Seluruh peserta akan diajak merasakan sensasi mancing yang berbeda dengan jenis ikan beraneka ragam.

“Kami percaya, aneka ragam jenis ikan terutama dua ikon seperti Dogtooth Tuna dan Yellow fin Tuna akan menjadi hasil tangkapan, yang memberikan kepuasan dan sensasi tersendiri bagi para mancing mania, sebutan pecinta olahraga mancing,” Abdul Gani yang diamini Iswan Hasjim.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga seirama. Selain kaya ikan, gugusan kepulauan di Maluku Utara banyak menyajikan keindahan alam yang sudah world class. “Jangan lupa promosikan melalui media sosial, posting keindahan wisata bahari sebaik-baiknya. Itu akan mempengaruhi orang untuk datang ke Maluku Utara,” saran Menpar Arief Yahya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *