Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

RI Masih Butuh 15 Kapal Pengangkut Ikan Budidaya

50 Views June 6, 2017 0 Comments 0 Likes

KKPNews, JAKARTA– Indonesia idealnya mengoperasikan 40 unit kapal pengangkut ikan hasil budidaya dari saat ini hanya 25 unit. Peningkatan jumlah kapal angkut tersebut dibutuhkan guna mengantisipasi makin meningkatnya produksi perikanan budidaya di Tanah Air. Sebanyak 25 unit kapal angkut yang beroperasi saat ini umumnya digunakan untuk mengangkut ikan kerapu, memiliki berbagai ukuran mulai dari 30-300 gross tonnage (GT), dan 16 unit di antaranya berupa kapal asing.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengatakan, dengan potensi semakin meningkatnya produksi perikanan budidaya nasional maka keberadaan 25 unit kapal angkut yang ada saat ini belumlah mencukupi. “Idealnya, harus ada 40 unit kapal angkut ikan hasil budidaya, saat ini baru tersedia 25 unit,” kata Slamet kepada wartawan di sela acara Buka Puasa bersama KKP di Jakarta, akhir pekan lalu.

Slamet menuturkan, saat ini terdapat tiga pengajuan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) untuk kapal angkut ikan budidaya. Kesemuanya kapal lokal, sehingga nanti akan terdapat 28 unit. “Yang sedang dalam proses pengajuan SIKPI juga masih ada,” kata Slamet.

Sebelumnya, Ditjen Perikanan Budidaya KKP merilis realisasi produksi perikanan budidaya triwulan I-2017 mencapai 3,97 juta ton, atau meningkat 3,11% dari periode sama 2016 sebesar 3,85 juta ton. Realisasi nilai produksi perikanan budidaya mencapai Rp 30,90 triliun, melonjak 37% dari periode sama 2016 yang tercatat Rp 22,50 trilun. Angka nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) sebesar 109,8 yang mengindikasikan usaha budidaya tergolong efisien. Sementara produksi ikan hias mencapai 350,45 juta dengan nilai produksi Rp 2,48 miliar atau meningkat 7,47% dari periode sama 2016 yang tercatat 326,10 juta ekor atau setara Rp 2,24 miliar rupiah.

Pada 2017, program prioritas perikanan budidaya diarahkan untuk mendukung pembangunan perikanan budidaya di 34 provinsi yang mencakup 173 kabupaten/kota. Yakni, dukungan 100 juta ekor benih bagi pembudidaya di 34 provinsi, revitalisasi 250 unit karamba jaring apung (KJA) yang tersebar di delapan kabupaten/kota, asuransi pembudidaya ikan untuk 3.300 hektare (ha) lahan di 13 provinsi, pengembangan minapadi seluas 210 ha di sembilan kabupaten/kota.

Selain itu, dukungan eskavator 48 unit di 22 kabupaten/kota, revitalisasi tambak di 20 kabupaten/kota, program gerakan pakan mandiri melalui dukungan sarana dan prasarana pakan di 20 kabupaten/kota, pengembangan budidaya lele sistem bioflok di 60 kabupaten/kota, dukungan sarana dan prasarana produksi budidaya di 20 provinsi, serta pengembangan budidaya laut lepas pantai (offshore aquaculture) di tiga lokasi, yakni Pangandaran, Sabang, dan Karimunjawa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *