Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Menteri Susi Gaet JICA Tingkatkan Infrastruktur Kelautan-Perikanan

12 Views August 2, 2017 0 Comments 0 Likes
qpT7JeMYml

KKPNews РJAKARTAKementerian Kelautan dan Perikanan bersama-sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) berkolaborasi untuk meningkatkan kerjasama pembangunan infrastruktur kelautan dan perikanan di sejumlah daerah.

“Saya sangat senang pihak JICA bergerak cepat merealisasikan rencana kerjasama Indonesia dan Jepang. Saya harap, kerjasama ini dapat mendorong perbaikan infrastruktur kelautan dan perikanan Indonesia, sehingga meningkatkan produktivitas nelayan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam siaran pers, Selasa (1/8/2017).

 

KKP bersama delegasi JICA juga telah mengunjungi Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Amagarapati, di Larantuka, Flores Timur. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi memaparkan, PPI Amagarapati merupakan hibah dari pemerintah Jepang untuk Indonesia yang dibangun pada 2010.

“Pada 2010, Pemerintah Jepang melalui JICA membangun fasilitas di PPI Amagarapati. Hingga saat ini PPI Amagarapati kondisinya sangat terawat dan dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sekitar. Terlihat disana ada aktivitas nelayan seperti pendaratan ikan, dan ini sangat baik. Kualitas bangunannya juga sangat baik,” papar Brahmantya.

Beragam hal tersebut yang mendorong KKP dan pemerintah Jepang melalui JICA untuk datang kembali guna melihat kondisi apakah bantuan pemerintah Jepang di PPI Amagarapati masih berfungsi dengan baik atau tidak.

 

PPI Amagarapati memiliki sarana-prasarana seperti tempat pelelangan ikan (TPI), pabrik es, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), bengkel, cold storage, pasar ikan, dermaga, dan fasilitas docking kapal. Akan tetapi, TPI dan lokasi pasar ikan belum dimanfaatkan secara maksimal.

Brahmantya menambahkan, rencananya PPI Amagarapati juga akan menjadi standar dalam pembangunan pelabuhan perikanan yang terintegrasi.

“Dari segi rancangan bangunan, kualitasnya, bagaimana pabrik es dikelola, desain dermaga, tempat pendaratan ikan yang bagus sehingga aktivitas jual-beli hasil perikanan dapat dilakukan dengan baik. Inilah yang akan kita contoh untuk pembangunan SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu),” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan pentingnya pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di kawasan perairan Indonesia guna memangkas beban logistik sektor kelautan dan perikanan.

“Pembangunan SKPT untuk memangkas proses, jalur transportasi, dan logistik pengangkutan ikan tangkapan nelayan,” kata Menteri Susi dalam acara penandatangan kesepakatan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama-sama Pertamina yang diselenggarakan di Kantor KKP, Jakarta, Senin 31 Juli 2017.

Menurut dia, pemangkasan jalur dan proses tersebut akan membuat harga produk perikanan Indonesia menjadi normal atau tidak mahal di pasaran.

Hal tersebut, lanjutnya, karena berbagai pihak yang terkait dengan proses logistik itu tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi yang besar. Selain itu, ujar dia, dengan adanya pemangkasan itu produk perikanan Indonesia diharapkan juga dapat langsung dikirim ke pasar internasional.

Namun, Menteri Susi menyadari bahwa kendala pembangunan SKPT adalah energi listrik dan BBM sehingga ia juga meminta bantuan dari pihak Pertamina guna memberikan dukungan. Dukungan tersebut, lanjutnya, bukan dalam bentuk subsidi BBM, melainkan pengadaan solar di setiap daerah terutama di wilayah SKPT.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *