Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

‘Illegal Fishing” Masih Marak, Laut Selatan dalam Pengawasan KKP

6 Views January 9, 2019 0 Comments 0 Likes

KKPNews, Cilacap – Masih kuatnya ancaman terhadap sumber daya perikanan, terutama menyangkut ‘illegal fishing’ di perairan laut Selatan Jawa, menyebabkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengawasan di perairan laut itu dengan meningkatkan status kelembagaan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, yang sebelumnya hanya satuan kerja. Kini statusnya telah dinaikkan menjadi stasiun yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 33/PERMEN-KP/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

“Jadi keberadaan Kantor Stasiun PSDKP Cilacap merupakan salah satu upaya untuk memperkuat kelembagaan KKP khususnya pengawasan perairan di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sebagian Jawa Timur,” ujar Sekretaris Jenderal KKP yang merangkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PSDKP KKP Nilanto Perbowo, usai meresmikan kantor Stasiun PSDKP Cilacap, Selasa (08/01/2018).

Menurutnya, dengan luasnya wilayah dengan tantangan yang cukup kompleks itu, maka Stasiun PSDKP Cilacap memiliki peran yang strategis untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di tiga provinsi tersebut. Maka dengan penguatan kelembagaan Stasiun PSDKP Cilacap itu akan diikuti penguatan sarana dan prasarana pengawasan seperti Kapal Pengawasan Perikanan (KP) Hiu Macan 05 dengan panjang 36 meter, “speedboat” Napoleon berukuran panjang 12 meter, serta “speedboat” Marlin berukuran panjang 6 meter.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap yang telah menyediakan Pelabuhan Lomanis sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal tersebut,” lanjutnya. Hanya saja, karena kondisi kedalaman air di Pelabuhan Lomanis itu tidak memungkinkan disandari kapal berukuran besar, maka pihaknya meminta izin akan mengelolanya.

Dijelaskan, dengan peningkatan status Stasiun PSDKP Cilacap, maka KKP saat ini sudah memiliki 14 unit pengawasan di daerah yang menyebar di Lampulo (Aceh), Batam (Kepulauan Riau), Jakarta, Benoa (Bali), Bitung (Sulawesi Utara), Tual (Maluku), Kupang, Belawan, Pontianak, Tarakan, Tahuna, Ambon, Biak, dan Cilacap.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *