Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Nelayan Keluhkan Izin Lambat, KKP Gencar Sosialisasi

7 Views January 10, 2019 0 Comments 0 Likes

Indopos, Jakarta – Keluhan lambatnya perizinan kapal yang terus mengalir di kalangan nelayan ditepis dengan sosialisasi yang berkesinambungan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sejak dua tahun terakhir KKP melakukan perubahan dan pembenahan membuat nelayan mengaku kesulitan dalam mengurus perizinan.

“Sebenarnya sosialisasi sudah gencar kami lakukan sejak dua tahun lalu. Tapi minat pemilik kapal kurang, mereka mendelegasikan ke pengurus. Sementara pengurus melampirkan berkas tidak komplit, itu yang bikin izin melambat,” ujar Kasubdit Harmonisasi dan Pemantauan Perizinan Ditjen Perikanan Tangkap, KKP Muhammad Idnillah, di kantornya, Kamis (10/1/2019).

Menurut Cak Muh, begitu pria bertubuh tambun itu akrab disapa keluhan nelayan yang masih ada tentang lambatnya perizinan karena bentuk kurang paham dalam melengkapi berkas. Padahal, sosialisasi sudah terus dilakukan. Baik di gerai-gerai perizinan yang dilakukan di lapangan, mendekat ke pelabuhan, sampai buka gerai di kantor KKP. “Memang tidak mudah untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Karena banyak diantara pemilik kapal yang tidak bisa baca tulis. Kami harus sabar melakukan sosialisasi,” akunya.

Senada dengan Cak Muh, Staf Harmonisasi dan Pemantauan Perizinan Ditjen Perikanan Tangkap, Andi Umar Arif juga mengatakan pihaknya sangat terbuka bagi para pemilik kapal untuk belajar. KKP juga menambah sumber daya manusia dalam melakukan sosialisasi agar nelayan paham dalam mengajukan berkas perpanjangan izin kapal.

“Kalau masih belum paham, kami biasa minta kontak nelayan atau pemilik kapal. Mereka bebas mau konsultasi kapan saja sampai mereka paham,” katanya.

Sementara itu, Luki Reza Prasetyo pemilik kapal asal Tegal mengaku tertarik  belajar karena selama ini izin kapal yang diajukan lewat calo sangat lama. Sementara, KKP lewat berbagai media menyebutkan urus perizinan lebih dipermudah.

“Kami penasaran aja, koq di media bilangnya izin kapal lebih mudah. Bisa diurus dari tempat kita tinggal dan lewat internet. Tapi izin kapal kami bisa sampai 4 bulan tidak keluar. Makanya saya mau belajar,” kata Luki.

Pihaknya memiliki kurang lebih 10 kapal yang izinnya sudah habis 4 unit. “Kalau urus sendiri seperi ini lebih puas. Tahu seluk beluknya,” pungkasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *