Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

KOORDINASI PELAKSANAAN KEGIATAN RISET TERKAIT PENGELOLAAN PERIKANAN BUDI DAYA BERBASIS PENDEKATAN EKOSISTEM DI KABUPATEN PINRANG

0 Views April 10, 2019 0 Comments 0 Likes

SOSEK NEWS, PINRANG – Dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan kegiatan Riset Model Sosial Ekonomi Tata Kelola dalam Pengembangan Indikator Keberhasilan Pembangunan Perikanan Berbasis Pendekatan Ekosistem, tim peneliti Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP) dan tim peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros melakukan rapat koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan riset pengelolaan perikanan budi daya berbasis pendekatan ekosistem di Kabupaten Pinrang. Diskusi berlangsung di Aula II BRPBAP3 Maros pada hari Senin tanggal 8 April 2019. Diskusi ini bertujuan untuk mengkoordinasikan pelaksanaan programEcosystem Approach to Aquaculture (EAA) yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Pinrang sejak tahun 2016. Tim peneliti dari BBRSEKP adalah Dr. Irwan Muliawan,Rizki Aprilian Wijaya, S.Pi., M.T.Dr. Siti Hajar SuryawatiDr. Rani Hafsaridewi, danRadityo Pramoda, S.H., S.E., M.M. Adapun tim peneliti dari BRPBAP3 adalah Prof. Andi Akhmad Mustafa, Dr. Tarunamulia, S.T., M.Sc. dan peneliti lainnya yang terlibat dalam kegiatan terkait.

 

Diskusi dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt). Kepala BRPBAP3, A. Indra Jaya Asaad, S.Pi., M.Sc. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih dan dukungan atas kedatangan tim peneliti dari BBRSEKP yang telah menginisiasi pertemuan untuk koordinasi dan kolaborasi riset yang dilakukan oleh dua institusi riset lingkup Badan Riset dan Sumber Daya Manuisa Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP). Diharapkan rekomendasi yang dihasilkan melalui kolaborasi riset ini akan berkontribusi secara langsung bagi masyarakat penerima manfaat.

 

Pada kesempatan ini, Dr. Irwan Muliawan, selaku Pejabat Penanggung jawab Output (PPO), menyampaikan bahwa kegiatan riset ini dimaksudkan untuk mengkaji pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan budi daya yang sudah diujicobakan di Kabupaten Pinrang. Selanjutnya Penanggung Jawab Pelaksana Output (PJPO), Rizki Aprilian Wijaya, S.Pi., M.T., menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan riset secara komprehensif mencakup metodologi dan kebutuhan data yang akan diambil di lapangan termasuk alat analisis data yang akan digunakan.

 

Dr. Tarunamulia, S.T., M.Sc., peneliti BRPBAP3 menyampaikan dasar EAA adalah Code of Conduct for Fisheries danBest Management Practices. Secara umum, pendekatan ekosistem ini menggabungkan aspek lingkungan dan manusia dalam pengelolaan perikanan. Berdasarkan hal tersebut, sistemcluster/kawasan budi daya merupakan hal yang tepat dalam pelaksanaan EAA. Satu hal yang paling mendasar adalah kegiatan budi daya perikanan sudah melaksanakan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Aspek dalam sertifikasi CBIB adalah food safety, animal welfare, sustainabledan social impact.

 

Berdasarkan hasil diskusi yang berlangsung dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:

  1. Pendekatan EAA belum sepenuhnya dilaksanakan di Kabupaten Pinrang karena terkendala beberapa permasalahan, salah satunya adalah belum tercapai sepenuhnya pelaksanaan CBIB. Sertifikasi CBIB dari DJPB KKP dimaksudkan untuk menjamin mutu produk perikanan budi daya yang aman dikonsumsi, memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan ikan, serta sosial ekonomi dalam proses produksinya.
  2. Permasalahan lainnya dalam pelaksanaan EAA di Pinrang adalah rendahnya penerapan prinsip-prinsip EAA yang diakibatkan oleh kawasan yang relatif dekat dengan sumber pencemaran, tidak ada alokasi anggaran khusus untuk kegiatan penerapan EAA, serta rendahnya kepatuhan pembudi daya terhadap aturan.

 

Ke depannya, sebagai upaya pencapaian pengelolaan perikanan budi daya berbasis ekosistem yang berkelanjutan, maka dapat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Perlu dilakukan diskusi bersama antara BBRSEKP dengan BRPBAP3 Maros yang melibatkan pemangku kepentingan yang terlibat (pembudi daya, asesor, pemerintah daerah, dan pengambil kebijakan) tentang pengelolaan perikanan budi daya dengan pendekatan ekosistem yang berkelanjutan;
  2. Perlu dilakukan sosialisasi hasil riset yang dilakukan oleh BBRSEKP dengan BRPBAP3 Maros kepada DJPB KKP melalui koordinasi BRSDMKP.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *