Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster di Sukabumi

0 Views September 2, 2019 0 Comments 0 Likes

KKPNews, Cimahi-  Upaya penyelundupan benih lobster oleh kurir berinisial RD (35) digagalkan Tim Gabungan. Benih yang rencananya akan diterbangkan ke Singapura itu diamankan ketika dalam pengiriman di Jalan Simpenan Kabupatem Sukabumi.

Pria yang kini jadi tersangka itu membawa 11 karung barang bukti menggunakan kendaraan roda empat jenis Avanza dengan nomor polisi F-1322-VC.

Kasus penangkapan benih ikan terbesar di Jawa Barat ini dilakukan Tim Gabungan Komando l TNI AL, Lantamal II Jakarta, Pangkalan TNI AL Bandung, Direktorat POLAIR Polda Jabar dan BKIPM Bandung pada Senin (26/8/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kepala Pusat Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan-Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Reza Priyatna mengatakan, dari hasil penangkapan itu, tim gabungan berhasil menyelamatkan  jenis lobster pasir sejumlah 214.350 ekor atau setara Rp32.152.500.000 dan jenis mutiara sebanyak 5.000 ekor atau setara Rp1.000.000.000.

“Sehingga total potensi sumber daya yang diselamatkan adalah Rp33.152.500.000 dari aksi tangkap tangan itu,” terang Reza saat gelar perkara di BKIPM Bandung belum lama ini.

Menuritnya, benih lobster jenis pasir dan mutiara itu dibawa tersangka dari hasil penangkapan di Pantai Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Rencananya, benih lobster itu akan dibawa ke Cisolok, Sukabumi sebelum akhirnya selundupkan ke Singapura.

“Tujuan akhirnya itu di Vietnam,” ucap Reza.

Ia mengungkapkan, potensi kerugian dari aksi penyelundupan benih ini adalah terancamnya populasi lobster sebagai kedaulatan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

“Ini penangkapan terbesar di Jawa Barat tahun ini,” kata Reza.

Sebagai tindak lanjut penanganan kasus tersebut, lanjut Reza, akan dilakukan penyelidikan oleh Polda jabar. Sementara barang bukti berupa benih lobster akan dllepasliarkan pada Rabu (28/8/2019).

“Sekitar pukul 06.00 WIB di Pangandaran atau Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah,” terang Reza.

Atas percobaan penyelundupan itu, tersangka yang berperan sebagai kurir
dikenakan sanksi pidana sesuai Undang undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda palmg banyak Rp1.500.000.000.

Komandan TNI AL Bandung, Kolonel Laut Sunar Solehudin menambahkan, pengungkapan upaya penyelundupan benih lobster ini bermula dari laporan masyarakat adanya aktifitas penangkapan ilegal di sekitar laut Ujung Genteng, Sukabumi.

“Kita lalukan pengintaian bersama. Saat melewati Jalan Simpenan itu, kita hentikan dan setelah dilakukan pemeriksaan ad barang buktinya dan pelaku mengakuinya,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengembangkan kasus penyelundupan benih lobster ini. Terutama pengepul dan penyandang dana atau pemodal yang terlibat dalam peredaran bisnis ikan secara ilegal ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *