Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

2020, KKP Genjot Produksi Ikan Hias Capai 1,8 Miliar Ekor

0 Views January 27, 2020 0 Comments 0 Likes

JAKARTA, investor.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memasang target produksi ikan hias pada tahun 2020 sebanyak 1,8 miliar ekor. Ikan hias merupakan sumber devisa yang bisa diandalkan untuk mendorong ekonomi nasional melalui peningkatan ekspornya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja perdagangan ikan hias dalam kurun waktu tahun 2012 hingga semester 1 tahun 2019 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 nilai ekspor ikan hias mencapai US$ 21 juta dan pada tahun 2018 mencapai US$ 32 juta.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan pencapaian nilai ekspor ikan hias Indonesia berpeluang untuk terus didorong. Saat ini, kontribusi ikan hias terhadap nilai ekspor produk perikanan mencapai 0,66%. Ia juga memastikan KKP akan terus mendorong strategi khususnya penguatan di hulu yaitu dengan terus menggenjot produksi ikan hias bernilai ekonomi tinggi. Ada dua keunggulan ikan hias Indonesia yaitu potensi pengembangan dan varian komoditas mempunyai prospek cerah dan lebih dari 650 jenis ikan hias baik tawar maupun laut berada di perairan Indonesia.

KKP bersama dengan lintas sektoral terkait tengah menyempurnakan peta jalan percepatan industrialisasi ikan hias nasional, di dalam peta jalan mencakup starategi konktrit  mulai dari percepatan produksi, pengaturan tata niaga, penguatan daya saing dan nilai tambah, investasi serta perluasan dan penguatan pasar ekspor. Sepanjang kurun waktu 2012 hingga 2018, produksi ikan hias nasional tumbuh rata rata sebesar 5,05% per tahun, pada 2012 produksi mencapai  938 juta ton  dan naik pada tahun 2018 mencapai 1,19 miliar ekor. “Kalau dilihat dari pencapaian tahun sebelumnya, saya kira target produksi tahun ini sangat realistis, apalagi saat ini Indonesia sudah berhasil mengembangkan  secara masal berbagai varian seperti clownfish, banggai cardinal,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Hasil survei pertanian 2013 menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga pembudidaya ikan hias mencapai Rp 50 juta per tahun atau sekitar Rp 4,2 juta per bulan. KKP telah menyiapkan langkah konkrit yang fokus utamanya pada peningkatan produksi di hulu dan peningkatan nilai tambah. Di sisi hulu, KKP terus mendorong penerapan inovasi teknologi yang fokus pada peningkatan efisiensi dan produktivitas, salah satu teknologi yang dikembangkan adalah Recirculating Aquaculture System (RAS) dimana sistem ini sudah mampu menggenjot produksi hingga 100 kali lipat, disamping itu, penyediaan induk dan benih unggul menjadi fokus yang akan didorong dalam lima tahun ke depan. Di sisi hilirnya, KKP bersama sektor terkait akan fokus pada perbaikan tata kelola niaga yang lebih efisien khususnya yang berkaitan dengan masalah distribusi dan biaya logistik. Untuk memenuhi kebutuhan benih ikan laut termasuk ikan hias, KKP telah membangun  unit Hatchery modern berskala besar di Ambon yaitu instalasi Balai Perikanan Budidaya Air Laut (BPBL) di Ambon. Unit perbenihan modern yang sudah menerapkan sistem RAS ini mampu memproduksi benih  dan ikan hias laut dalam kapasitas besar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *