Repository dan Pengetahuan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

COACHING PENGUMPULAN DATA PELAKU USAHA PERIKANAN BUDI DAYA

0 Views July 24, 2020 0 Comments 0 Likes

SOSEK NEWS, JAKARTA, 15 JULI 2020 – Tim Riset Panel Indikator Mikro Sosial Ekonomi dalam Mendukung Pembangunan Kelautan dan Perikanan bersama dengan para penyuluh di berbagai daerah menyelenggarakan coaching pengumpulan data pelaku usaha perikanan yang terfokus pada usaha budi daya pada tanggal 15 Juli 2020. Para penyuluh yang dilibatkan sebagai tim enumerator (pengumpul data) berasal dari beberapa daerah, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Kegiatan coaching dibuka oleh Dr. Siti Hajar Suryawati sebagai Ketua Kelompok Peneliti Dinamika Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, dan diskusi dipimpin oleh Hikmah, M.Si. Kegiatan coaching diawali dengan pemaparan teknis pengumpulan data riset indikator mikro tahun 2020 oleh Rizki Aprilian Wijaya, M.T., dilanjutkan dengan pemaparan karakteristik usaha budi daya dari setiap lokasi riset oleh para penyuluh (tim enumerator), serta pemaparan terkait entri data secara online oleh Hakim Miftakhul Huda, M.Si.

 

Tujuan coaching pengumpulan data adalah memberikan penjelasan teknis tentang rencana pengumpulan data yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 – 26 Juli 2020 di masing-masing lokasi. Pengumpulan data dilakukan di tingkat desa, yaitu Desa Cikidang Bayabang di Kabupaten Cianjur, Desa Batu Nunggul, Kabupaten Klungkung, Desa Sumur Gintung di Kabupaten Subang, Desa Pangkah Kulon dan Pangkah Wetan di Kabupaten Gresik, serta Desa Talaka di Kabupaten Pangkep. Data yang akan dikumpulkan adalah update informasi terkini kegiatan usaha budi daya, update seluruh pelaku usaha di desa terpilih dan update responden (pindah domisili, perubahan usaha, dll). Tahap pengumpulan data terdiri dari lima tahap. Pertama, update data responden yang bertujuan untuk membuat daftar keberadaan dan status responden riset tahun 2014 (Riset Panel Perikanan Nasional). Jika ditemukan, maka akan dilanjutkan dengan pengisian kuesioner, jika tidak ditemukan, seperti pindah alamat, tidak lagi melakukan usaha budi daya, dan tidak ada keterangan, maka tidak akan menjadi responden penelitian. Kedua, identifikasi pelaku usaha (pembudi daya). Target RTP adalah 150 RTP yang berasal dari desa terpilih. Jika dalam 1 desa <150 RTP, dapat dilengkapi dari desa sebelahnya dalam kecamatan yang sama. Ketiga, pengumpulan data dengan wawancara langsung kepada pelaku usaha atau Pokdakan atau RT/RW menggunakan kuesioner. Keempat, validasi data untuk mengecek dan memastikan kuesioner terisi secara lengkap. Kelima, input data secara online menggunakan e-kuesioner Panel Indikator Mikro – Perikanan Budi Daya.

 

Saat ini pelaku usaha yang terdaftar di One Data KUSUKA masih mengalami update secara terus menerus dan belum mencerminkan data pelaku usaha secara keseluruhan pada desa riset, sehingga perlu dilakukan overlay yang hasilnya akan didasarkan pada nama dan alamat responden untuk mengantisipasi potensi pindah alamat dan kesalahan nama. Jumlah responden pada masing – masing lokasi sebanyak ± 50 responden. Jika ada responden yang berubah, maka diperlukan responden pengganti. Selain itu diperlukan daftar nama pelaku usaha, mengingat usaha perikanan budi daya mengalami dinamika usaha yang cukup besar. Output dari Riset Panel Indikator Mikro Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan ini dapat memberikan gambaran sesungguhnya kondisi usaha kelautan dan perikanan sebagai bahan masukan pada proses pembuatan kebijakan di sektor kelautan dan perikanan.

 

Kontributor: Nurlaili, M.Si. (Peneliti BBRSEKP)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *